Marketing Plan 4Life, 4Life, 4Life Indonesia,
4Life Transfer Factor, Transfer Factor
Ketika berbicara tentang bisnis jaringan, maka ada beberapa hal yang harus kita perhatikan:
Bukan Masalah Produk
Marketing Plan 4Life, 4Life, 4Life Indonesia,
4Life Transfer Factor, Transfer Factor
Pendidikan Bisnis yang Mengubah Hidup
Marketing Plan 4Life, 4Life, 4Life Indonesia, 4Life Transfer Factor, Transfer Factor
Ketika berbicara tentang bisnis jaringan, maka ada beberapa hal yang harus kita perhatikan:
Bukan Masalah Uang
Seringkali pengembang jaringan memaparkan
rancangan kompensasi bisnis mereka sebagai bisnis kompensasi yang terbaik. Hal
ini sama sekali tidaklah salah. Sebab memang banyak orang yang benar-benar
menjadi kaya dan sukses melalui bisnis jaringan. Anda dapat membaca testimoni
supir bajaj jadi pengusaha sukses, mantan satpam bawa BMW, janda miskin berubah
jadi milyuner, dan berbagai kisah lainnya di surat kabar atau majalah.
Jadi, saya sama sekali tidak meragukan potensi
keuntungan yang maksimal dari bisnis jaringan yang ada. Namun, ada hal yang
lebih penting yang dapat kita pelajari dari konsep bisnis jaringan. Atau dengan
kata lain, jangan melihat bisnis pemasaran jaringan atau networking hanya dari
uangnya saja.
Bukan Masalah Produk
Selain masalah uang yang sering didengungkan,
masalah kedua yang paling sering disorot adalah masalah produknya. Setiap bisnis
jaringan pasti memaparkan bahwa produknya adalah produk terbaik. Namun,
adakalanya hal ini membuat banyak orang kebingungan. Ada banyak produk baru yang
terus bermunculan setiap bulannya. Aneka macam produk seperti produk kesehatan,
perhiasan, jasa keuangan, mainan pendidikan, paket wisata, dan lain
sebagainya.
Jika mau dilist, maka selalu akan ada daftar
produk baru yang akan muncul dipermukaan. Saya sendiri, secara pribadi juga
menggunakan beberapa produk dari bisnis jaringan. Anda bisa melihat web saya
yang secara khusus membahas produk yang saya gunakan di tempat ini. Tetapi,
sekali lagi saya tekankan (sesuai dengan apa yang Kiyosaki tuliskan di dalam
bukunya) kompensasi bisnis jaringan dan kualitas produk janganlah menjadi alasan
utama kita untuk mengetahui lebih lanjut mengenai bisnis jaringan.
Tetapi Rancangan
Pendidikannya
Mengapa rancangan pendidikan di dalam bisnis
jaringan itu penting? Karena rancangan pendidikan yang baik akan
mengubah kehidupan kita dari ulat menjadi kupu-kupu.
Setiap perusahaan bisnis jaringan mengatakan
bahwa mereka memiliki rancangan pendidikan yang baik. Namun jika ditelusuri,
kita hanya akan menemukan bahwa mereka hanya menawarkan buku-buku rekomendasi
dan melatih anda untuk merekrut orang lain. Tidak lebih dari itu.
Namun ada juga perusahaan yang benar-benar
memperhatikan rancangan pendidikan dengan baik. Mereka tidak hanya
merekomendasikan buku orang lain, tetapi mereka menulis buku-buku yang layak
untuk kita baca. Mereka tidak hanya berbicara masalah produk dan keuntungan,
tetapi mereka memaparkan konsep kehidupan yang baik. Memberikan satu penawaran
hidup yang lebih baik, sama seperti seekor ulat yang berubah menjadi
kupu-kupu.
Apakah anda menemukan ini di bisnis
jaringan anda?
Saya menemukannya di dalam bisnis jaringan yang saya ikuti. Hal
inilah yang membuat saya banyak belajar dan membaca, dan akhirnya saya tuangkan
lewat web pribadi saya ini.
Bisnis Jaringan – Open Minded
Konsep bisnis jaringan bukanlah konsep yang
baru. Konsep ini sangat mendasar dan mengakar pada kehidupan manusia sebagai
mahluk sosial. Sebagaimana manusia harus hidup bersosialisasi dengan sesamanya,
demikianlah juga konsep bisnis jaringan yang memang tidak bisa terlepas dari
menjalin hubungan dengan sesamanya. Atau dengan kata lain bisnis jaringan sama
dengan kehidupan sosial manusia.
Hal ini jugalah yang dipahami oleh Robert T
Kiyosaki sejak tahun 90an. Kiyosaki sadar bahwa dalam bisnis jaringan memiliki
potensi yang sangat besar. Hal ini diperkuat oleh pernyataan ‘Rich Dad’nya yang
mengatakan bahwa orang-orang terkaya di dunia mencari dan membangun
jaringan, tetapi orang-orang lain mencari pekerjaan. Mungkin ada di
antara kita yang akan berkata, “Ah bisnis jaringan itu sarat dengan penipu,
pemimpi, perayu, dan pecundang!” Dengan jujur saya katakan memang demikian
adanya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Hal ini terjadi konsep bisnis jaringan
yang terbuka.
Konsep keterbukaan adalah konsep yang sangat
adil bagi manusia, sebab di dalam konsep ini setiap manusia memiliki kesempatan
yang sama untuk meraih suatu tujuan atau cita-cita. Namun keterbukaan konsep ini
juga akan membawa efek negative, dimana munculnya para penipu, pemimpi, dan
perayu yang mengejar keuntungan sesaat. Namun semua ini seharusnya tidak membuat
kita memandang rendah atau negatif terhadap bisnis jaringan.
Robert T Kiyosaki, memang tidak kaya melalui
bisnis jaringan, namun hal ini tidak menghalanginya untuk memberikan penilaian
yang positif terhadap bisnis jaringan. Dan penilaiannya ini banyak menjadi
standar utama para pelaku bisnis jaringan sebab penilaian yang demikian adalah
penilaian yang objektif.
Di dalam bukunya yang berjudul ‘Business School’
Kiyosaki mengatakan bahwa setelah melewati sekumpulan besar orang yang berlagak
terkenal, perayu, dan pemimpi, akhirnya dia mulai bertemu dengan beberapa
pemimpin dari bisnis jaringan. Dari situ Kiyosaki sadar bahwa para
pelaku bisnis jaringan yang sejati itu adalah orang yang baik, cerdas,
beretika, bermoral dan professional. (hal 6) Jika demikian adanya,
bagaimana pandangan kita tentang bisnis jaringan?
Bisakah kita memberikan penilaian yang positif dan objektif?
Bisnis Jaringan
Kiyosaki dalam bukunya Business School
mengatakan, “Orang-orang terkaya di dunia mencari dan membangun jaringan,
orang-orang lain mencari pekerjaan.” Jadi, apabila Anda ingin sukses terjunlah
ke dalam bisnis jaringan.
Mengapa bisnis jaringan? Apakah tidak ada usaha
lain yang dapat memberikan solusi untuk memperbaiki perekonomian kita? Untuk
menjawab ini, apa yang Kiyosaki sharing-kan mungkin bisa menjadi solusi
untuk pertanyaan ini.
Kiyosaki pada awal tahun 70-an tidak begitu
tertarik dengan bisnis jaringan. Baginya ini sesuatu yang tidak perlu ia geluti,
saat itu Kiyosaki sudah memulai bisnis internasionalnya sendiri. Memang usahanya
berhasil dan maju pesat. Namun, pada tahun 90-an ia bertemu dengan Bill,
temannya, sang pengusaha real estate. Seorang yang sangat kaya dan tidak
memiliki masalah keuangan – Kiyosaki tahu benar akan kondisi ekonomi Bill yang
super mapan.
Dalam percakapan dengannya, tiba-tiba Bill
mengatakan bahwa ia telah terjun ke dalam bisnis jaringan. Kiyosaki kaget!
Mengapa Bill yang kaya mau bisnis jaringan? Bukankah Real-Estate lebih
menjanjikan? Bukankah Bill tidak ada masalah keuangan? Dan semua ini membuat
Kiyosaki penasaran.
Akhirnya Bill memberikan beberapa alasan mengapa
ia tertarik kepada bisnis jaringan. Ia mengatakan bahwa banyak orang ingin
belajar atau kerjasama dengannya dalam bisnis real estate. Namun mereka selalu
bertanya bagaimana dengan modal kecil atau tanpa modal bisa sukses dalam bisnis
real estate? Tentu ini tidaklah mungkin. Bill mengatakan mereka tidak bisa
bergabung dalam usaha ini karena keterbatasan modal. Selain itu, ilmu yang ia
ajarkan pun akan sulit masuk ke dalam praktik usaha mereka, sebab kendala
utamanya adalah masalah modal.
Setelah itu, akhirnya Kiyosaki dapat
menyimpulkan, minimal 3 point, mengapa Bill mau masuk ke dalam bisnis
jaringan.
1. Bisnis jaringan adalah caranya untuk membantu orang lain.
Ini adalah alasan utama mengapa ia terjun ke dalam
bisnis jaringan.
2. Bisnis jaringan dapat memperkaya dirinya lebih cepat
lagi. Mengapa? Karena dengan bisnis
jaringan, ia memperoleh lebih banyak investor untuk membangun usahanya. Setiap
orang yang masuk ke dalam bisnis jaringannya adalah investornya. Ketika ia
memperkaya investornya, maka penghasilannya sendiri pun akan bertambah.
3. Bisnis jaringan adalah pendidikan keuangan terbaik yang pernah ada
di dunia. Di dalam bisnis jaringan, Bill
bisa aktif di dalam belajar dan mengajar. Simplenya, apabila Anda suka belajar
dan suka juga mengajar, maka bisnis jaringan adalah sekolah terbaik untuk
belajar bisnis kehidupan yang paling nyata.
Lalu… bagaimana dengan Anda? Menurut anda, apa itu bisnis jaringan?
Apakah ini bisnis yang menjanjikan? Anda yang memutuskan.


No comments:
Post a Comment