Apakah yang dimaksud dengan 4Life Transfer Factor ?


Marketing Plan 4Life, 4Life, 4Life Indonesia, 4Life Transfer Factor, Transfer Factor


Marketing Plan 4Life, 4Life, 4Life Indonesia, 4Life Transfer Factor, Transfer Factor
Transfer Factor bukan Vitamin, Mineral, Enzim, Herbal, Kolostrum, Obat, Steroid, atau Hormon. Transfer Factor adalah molekul-molekul kecil yang dapat ditemukan ditubuh semua mamalia (manusia, sapi, monyet, dsb) dan unggas. Transfer Factor terdapat dalam kolostrum (kolostrum adalah susu awal yang terdapat 1 – 3 hari setelah induk/ibu melahirkan). Fungsi dari Transfer Factor adalah untuk membawa informasi-informasi penting kepada sistem imun (sistem yang digunakan untuk menjaga/melawan bakteri-bakteri atau virus-virus). 
 
Proses Pengambilan Transfer Factor
 
Transfer Factor adalah molekul Ajaib ciptaan Tuhan bukan dibuat tapi 4Life Research menemukan bagaimana Transfer Factor yang ada dalam makhluk hidup diambil lalu dijadikan berupa makanan kesehatan
  • Tranfer factor diekstrak dari kolostrum (susu awal sapi) dan kuning telor, tetapi tidak mengandung anti body khusus seperti yang terkandung dalam kolostrum (hewan). Oleh karena itu tidak memberikan efek elergi kepada pengguna
  • Tidak ada kadar tioksik, tidak ada efek samping, sehingga AMAN dikonsumi oleh bayi yang berumur 1 hari sampai orang tua sekalipun
  • Kekuatan 1 kapsul Transfer Factor sama seperti 75-100 kapsul kolostrum dalam fungsi peningkatan daya imun Alasan mengapa Sapi dipilih sebagai sumber Transfer Factor

Sapi mempunyai susu awal yang cukup banyak. TF tidak ditujukan kepada jenis tertentu, boleh digunakan oleh manusia walaupun sumbernya adalah dari mamalia lain. Sapi juga lebih kuat menghadapi serangan-serangan penyakit seperti kotoran, kuman,parasit, virus, hama, bakteri dan sebagainya, menjadikan sistem imunnya jauh lebih kuat dari manusia. lni bermakna TF dari unsur kolostrum lembu mempunyai banyak “memori” dan “kepintaran” dalam mendidik dan merangsang sistem imun, sehingga transfer factor dapat menjadi obat sekaligus sebagai pencegahan terhadap datangnya penyakit.

Tidak mungkin dicemai sapi gila

a) Tidak mungkin. pakar-pakar tentang penyakit sapi gila telah mengesahkan bahwa kuman BSE (bovine spongifonn encephalopathy) tidak masuk ke saluran mamalia ke kolostrum. Pemeriksaan kepada semua sapi yang diserang penyakit sapi gila, tidak satu pun yang mempunyai susu yang terjangkit kuman. Para saintis juga mendapatkan bahwa kesan jangkitan kuman pada tahap terakhir berada di otak dan tulang belakang sapi. Tidak pernah terdapat susu yang mengandung kuman BSE .

b) World Health Organization (WHO) memberi pernyataan: “Ujian terhadap susu sapi yang mengandung kuman BSE tidak menunjukkan. Susu dan produk-produk yang diperoleh dari susu telah disahkan selamat dan bebas dari jangkitan kuman walaupun di negara yang mempunyai banyak insiden penyakit sapi gila (Great Britain).”
Tahap-tahap Pengolahan Transfer Factor


*dari berbagai sumber

Bagaimana cara kerja Transfer Factor?
  • Transfer Factor membawa informasi untuk mendidik sistem imun akan bahaya setiap potensial penyakit atau penyakit yang sedang diderita.   
  • Transfer Factor mempersenjatai sistem imun dan juga menggerakan mereka untuk melawan setiap bakteri / virus berbahaya.   
  • Transfer Factor membantu sistem imun manusia untuk menyimpan memori-memori yang didapat untuk melawan setiap virus dan bakteri yang pernah menyerang tubuh kita, dan akan menggunakan memori tersebut untuk menghadapi virus dan bakteri yang sama di masa depan. 
  • Transfer Factor sebagai modular system immune. Artinya, bila sistem imun manusia terlalu aktif (e.g. autoimmune disorder), maka Transfer Factor akan menenangkan sehingga kembali normal. Sebaliknya ketika tubuh kita kekurangan sistem imun, maka Transfer Factor akan meningkatkan sehinggal kembali normal.
Bagaimana Transfer Factor ditemukan?

Pada tahun 1949, seorang dokter bernama Dr. H. Sherwood Lawrence melakukan penelitian bahwa suatu immune dapat di donorkan melalui pengekstrasian sel darah putih. Oleh karena itu dia melakukan pada 2 pasien TBC ; pada waktu itu ia menemukan bahwa sel darah putih (limfosit) pada seorang pasien yang telah sembuh dari TBC dapat dipindahkan kepada pasien yang masih terjangkit TBC. Namun, donor darah hanya dapat terjadi antar individu dengan jenis darah yang sama, oleh karena itu, ia memutuskan untuk memisahkan limfosit menjadi beberapa fraksi. Juga ia menemukan fraksi-fraksi dengan molekul yang sangat kecil dimana mereka dapat mentransfer sensitivitas tuberkulin ke orang lain. Molekul-molekul ini ia beri nama “Transfer Factor”.

Mengapa Transfer Factor diekstrak dari kuning telur ayam dan kolostrum sapi?

Kolostrum adalah cairan susu awal yang dikeluarkan oleh induk mamalia dalam 6-48 jam pertama setelah melahirkan. Dalam suatu penelitian menyebutkan bahwa setiap anak sapi yang baru lahir dan tidak mendapatkan susu sapi dari induknya akan mati. Hal ini membuat para peneliti berkeyakinan bahwa induk sapi mentrasferkan informasi system immune ke tubuh anak sapi, dimana informasi system immnue tersebut ada di susu sapi. Hal ini juga yang terjadi pada setiap unggas dimana unggas-unggas tersebut akan memberikan immune ke anaknya.

Selain itu, sapi mempunyai kolostrum lebih banyak dibanding dari manusia. Transfer Factor juga bersifat not species specific, yang berarti ia bisa ditransferkan ke sesama mamalia ; bisa ditransferkan ke manusia walaupun sumbernya bukan dari manusia. Sapi juga lebih banyak mengenal virus, bakteri, jamur, hama, debu, dsb ; dikarenakan lingkungan tinggal sapi lebih kotor dibanding dari manusia sehingga sistem imunnya lebih kuat dibanding dengan manusia.

 
Bila Transfer Factor didapat dari kolostrum sapi, bagaimana dengan orang-orang yang alergi terhadap susu “Lactose Intolerant”, apakah berbahaya bila mereka mengkonsumsi Transfer Factor?

Tidak. Hal ini dikarenakan Transfer Factor tidak mengandung susu, gula susu (Lactose). Sistem esktraksi yang canggih milik 4Life research yang bisa membuat seperti itu. Yang terdapat didalam Transfer Factor hanyalah murni “Immune IQ” saja. 

Adakah kemungkinan Transfer Factor tertular oleh kuman sapi gila (mad cow disease)?

Tidak. Dikarenakan para ahli telah mengesahkan bahwa kuman BSE (Bovine Spongiform Encephalopathy) tidak masuk ke saluran mammari kolostrum. Pemeriksaan juga dilakukan pada semua sapi yang terjangkit penyakit sapi gila, ditemukan tidak ada satupun susu dari sapi tersebut yang terjangkit dengan penyakit sapi gila ini. Para ilmuwan juga mendapatkan bahwa efek jangkitan kuman pada tahap terakhir berada pada otak dan tulang belakang sapi; hal ini menyimpulkan tidak ada susu dari sapi gila tersebut yang terjangkit kuman penyakit sapi gila.  

Apakah Quality Control dan mutu dari hewan-hewan yang digunakan 4Life baik?

Ya. Dikarenakan Transfer Factor diperoleh melalui proses mikrofiltrasi khusus yang dipatenkan. Kolostrum diambil dalam 24 – 48 jam pertama setelah induk sapi yang baru melahirkan menyusui anak sapi yang baru lahir. Waktu itulah yang paling baik dalam pengambilan kolostrum sebagai bahan pengekstrasian Transfer Factor.

Kolostrum tersebut kemudian dipasteurisasi (menggunakan mesin mikrofiltrasi dan dikeringkan menjadi bubuk. Proses selanjutnya adalah microbial testing dan bilogical assay pada bubuk tersebut untuk memastikan kandungannya. proses yang sama juga dilakukan pada kuning telur (setelah dipisahkan dari putih telurnya). Proses ini kemudian dipatenkan secara international dengan nomor 4.816.563 dan 6.486.534.

Apakah saya perlu mengkonsumsi 4Life Transfer Factor, sedangkan saya juga mengkonsumsi suplemen kesehatan lain: vitamin herbal, enzim, dll?

Ya. Karena fungsi antara suplemen kesehatan (vitamin, herbal, enzim, dll) berbeda dengan Transfer Factor. Suplemen kesehatan tersebut hanya memberikan zat-zat pada sel, sedangkan Transfer Factor     memberikan informasi kepada sistem imun untuk mengenal dan mengalahkan musuh-musuhnya.

Apakah saya bisa mengkonsumsi 4Life Transfer Factor, sedangkan saya juga sedang mengkonsumsi obat dokter?
 
Ya. Dengan penjelasan dari Transfer Factor itu sendiri; Transfer Factor tidak bertentangan dengan obat dokter. Sebaliknya, mempercepat proses penyembuhan dikarenakan Transfer Factor mendidik system imun, dimana system imun tersebut yang akan membantu obat untuk mengalahkan virus-virus / bakteri-bakteri penyebab penyakit.

Bagaimana dengan wanita hamil, apakah aman mengkonsumsi 4Life Transfer Factor?

Ya. Tidak ada laporan dari pengguna selama ini pada pengkonsumsi Transfer Factor ketika mereka sedang hamil. Namun, tetap dianjurkan berkonsultasi dengan dokter pribadi terlebih dahulu. Transfer Factor advance plus tidak dianjurkan dikonsumsi oleh wanita hamil. 

Adakah kondisi tertentu sehingga orang tersebut dilarang mengkonsumsi 4Life Transfer Factor?
 
Ya. Kondisi dimana orang tersebut sudah mendapatkan transplantasi organ ke dalam tubuhnya: jantung, kornea. Hal ini dikarenakan sifat Transfer Factor tersebut, yaitu sifat mengenali benda asing didalam tubuh yang bukan berasal dari tubuh asli dianggap sebagai musuh. Hal ini menyebabkan Transfer Factor akan menyerang organ transplantasi tersebut, dikarenakan Transfer Factor akan menganggap organ tersebut sebagai musuh dan harus dimusnahkan.

Adakah usia-usia tertentu yang tidak boleh mengkonsumsi 4Life Transfer Factor?
 
Tidak. Dikarenakan Transfer Factor adalah produk alami, sehingga aman dikonsumsi dari bayi hingga orang dewasa. 
 
Pada saat kapan kita harus mengkonsumsi 4Life Transfer Factor?
 
Setiap hari. Dikarenakan tubuh kita memproduksi sel-sel imun baru setiap harinya; namun sistem-sistem imun tersebut belum mendapatkan bekal informasi untuk melawan musuh. Oleh karena itu, kita perlu memberikan pendidikan terhadap sistem imun baru tersebut menggunakan Transfer Factor.